TamuQu

free counters

Jumat, 13 September 2013

Keajaiban dunia

0 Pantai Terindah di Dunia 0 by Garyu73 In Unik — 12 May, 2013 Pantai merupakan pemandangan dan tempat wisata yang wajib dikunjungi. Hampir di setiap kota besar pasti mempunyai tempat yang satu ini. Hanya perlu sedikit perawatan, sisanya alam. Itulah keindahan alam dari wisata yang satu ini. Banyak faktor yang membuat keindahan suatu pantai. Misalnya dari pasir, batuan, laut ataupun cuaca serta keindahan pantai tersebut. Tentunya tidak mudah untuk mencari pantai yang memenuhi kriteria tersebut. Namun, Anda wajib mengetahui pantai yang satu ini. Pantai dengan keindahan alamnya yang wajib Anda ketahui, dan jikalau Anda juga berminat untuk berkunjung kesana. Berikut ini 10 pantai terindah di dunia : 1. Fernando de Noronha Pantai Fernando De Noronha Pantai yang merupakan pantai yang terlindungi oleh pemerintah Brazil yang menawarkan keindahan alamnya dengan biaya yang mahal. Untuk kegiatan wisata, kepulauan ini menjanjikan banyak aktivitas. Diving dan snorkeling tentunya menjadi akitivitas yang wajib. Terlebih tempat ini terkenal sebagai salah satu lokasi yang di dalamnya kaya akan fauna laut. Di sini, terdapat binatang-binatang laut eksotis seperti ikan Manta Ray, hiu, belut moray, kura-kura laut, ataupun lumba-lumba. 2. Maldives Pantai Maldives Keindahan pantainya membuat tempat ini dijuluki sebagai Last Paradise on Earth. Dengan pulau tropis yang masih alami, ombak yang tenang dan air sebening kristal sampai-sampai dasarnya terlihat dari permukaan! Tapi sebenarnya, daya tarik utama pantai-pantai di Maldives adalah kualitas, privasi dan eksklusivitas. 3. Anguilla Panta Anguila Peringkat pertama di top 10 World Best beaches of 2005 Discovery Channel Travel and Adventure tentunya bukan cuma omong kosong. Anguilla punya segalanya. Ketenangan, kebersihan, modern, lengkap dengan kehidupan pulau kecilnya yang benar-benar “carribean”. 4. Boracay Pantai Boracay Pantai terindah, dan terbiru di lautan pacific. Dan juga dianggap sebagai pantai terbaik di dunia. Pulau Boracay di Filipina terpilih sebagai pantai terbaik di dunia pada tahun 1990 dan 1996. Boracay menawarkan banyak hal yang menarik untuk dilakukan, seperti scuba diving, hiking, mendaki, selancar angin, naik layang-layang, snorkeling dan bahkan gokarts. 5. Horseshoe Bay Pantai Horseshoe Bay Bermuda merupakan salah satu tempat termahal untuk berwisata pantai di dunia ini. Tapi itu tidak menghalangi ribuan turis datang mengunjungi pulau ini setiap tahunnya. Cuaca yang bersahabat, calm water and waves, crystal clear water, dan pasir pinknya Horseshoey bay nyaris tak ada tandingannya di belahan planet ini. The best beach and island in Carribean! 6. Kondoi, Coral beach Okinawa Pantai Kondoi Okinawa. Kepulauan teraman di dunia ini. Pintu rumah2 penduduknya saja tidak pernah terkunci. 3 dari 10 orang tertua di dunia ini tinggal di kepulauan ini. Hasil dari suasana pedesaan jepang yang khas berpadu dengan pantai-pantai indah? Magnificent! Walau mahal. 7. Lanikai Beach Pantai Lanikai Beach Pantai ini tidak begitu besar, tapi merupakan pantai dengan air terjernih dan terbiru di hawaii. Pantai yang sempurna lembut pasir dan pirus air. Pantai yang cantik dan murni, karang yang berlimpah, pasir putih lembut dan banyak kehidupan laut dengan apa pun tingkat aktivitas Anda. 8. Mnmbe Lodge, Tanzania Pantai Mnmbe Lodge Pantai terindah di Benua Africa, walau tidak terletak di Africa mainland. Perjalanan ke zanzibar tidaklah mudah, tapi jika anda telah samapai di pantai ini, semuanya serasa menjadi berharga. 9. Tulum Beach Pantai Tulum Tulum, dikenal sebagai pantai terbaik di Meksiko terletak pada jam 1 Mayan Riviera 30 menit selatan Cancun. Tulum terkenal sebagai rumah dari sebuah reruntuhan arkeologi Maya yang bergoyang-goyang di tepi tebing curam. Di bawahnya, pasir yang begitu putih dan airpun terlihat jernih dan batu giok hijau berkilau perairan. 10. Whitehaven Pantai Whitehaven Pantai Whitehaven adalah pantai yang paling indah dan terkenal di benua Australia. Pantai dengan pasir putih yang luar biasa ini terletak di Utara Pulau Whitsunday Queensland. Pantai Whitehaven ini terletak di Pulau Whitsunday, pulau terbesar dalam kelompok Whitsunday di queensland, Australia.

Kamis, 17 Maret 2011

Peta Club Championship 2011

ini adalah peserta liga championship 2011 di Inggris

PETA KLUB NON EPL 2011


Sudah Lumrah di Kasta Bawah

SANKSI pengurangan poin Ternyata sudah lama diberlakukan dalam sepak bola. Sejarah itu dimulai pada 1890 di Inggris. Klub pertama yang menjadi korban sanksi adalah Wrexham FC. klub asal Wales yang kini berlaga di Conference National atau kasta kelima dalam piramida sepak bola Inggris.

Pada 1890 atau 18 tahun setelah berdiri. Wrexham yang berlaga di The Combination League atau semacam liga di wilayah selatan Inggris Raya terkena sanksi pengurangan dua poin karena menggunakan pemain ilegal. The Combination League adalah cikal bakal lahirnya divisi kedua Liga Inggris. Setahun kemudian Grimsby Town divonis dengan alasan serupa. Sejak saat itulah, sanksi pengurangan poin menjadi hukuman yang biasa di pentas sepak bola Inggris. Tapi, jumlah poin yang dikurangi memang masih sedikit atau empat poin ke bawah.

Baru pada September 2003. Football League atau otoritas sepak bola Inggris yang mengurusi tiga divisi di bawah Premier League (Championship. League One. dan League Two) memberlakukan sanksi pengurangan poin lebih besar. Yakni. 10 poin. Itu diberlakukan bagi klub yang bermasalah dengan finansial sehingga haram masuk administrasi liga. Aturan tersebut efektif berlaku pada musim 2004-2005

Premier League ikut meratifikasi aturan itu. Bedanya adalah jumlah pengurangan poin. Premier League memilih 9 poin. "Perbedaan itu diberlakukan karena kontestan klub Premiei League lebih sedikit daripada kontestan di Football League." kata Richard Scudamore. chiej executive Premier League, disitus resmi organisasi.

Ya, kontestan Premier League hanya terdiri atas 20 klub. Sedangkan tiga divisi di Football League masing-masing dihuni 24 klub. Menariknya, klub pertama yang menjadi korban adalah Wrexham. Ya, The Red Dragons -sebutan Wrexham-dipenalti 10 poin karena berutang 2,6 juta pounds, sebesar 800 ribu pounds di antaranya tunggakan pajak. Efek penalti itu, mantan klub kiper Birmingham City Ben Foster tersebut turun kasta dari League One ke League Two.

"Sekalipun Wrexham kerap bermasalah dengan keuangan, saya bangga dengan klub ini. Saya memulai karir bersama Wrexham sejak 2008 dan saya masih betah sampai sekarang." papar Dean Saunders, pelatih Wrexham. kepada Dragon News.

"Setahu saya, masalah keuangan sudah lumrah bagi klub kecil. Kami bukan Manchester City atau Real Madrid," tambah mantan striker Liverpool. Aston Villa, dan Galatasaray era 1990-an itu.

Ya, -terhitung sejak 2004-2005. hampir setiap musim selalu ada klub Inggris dari berbagai kasta kompetisi yang poinnya dikurangi karena jeratan Finansial. Tolal, ada 20 klub dan kebanyakan berasal dari kasta bawah. Portsmouth menjadi klub terakhir pada Februari tahun lalu, tapi menjadi yang pertama dalam era Premier League. Musim lalu Portsmouth kena penalti sembilan poin. Dampak dari penalti tersebut. Portsmouth harus terdegradasi ke Championship. Portsmouth pun saat itu terancam bangkrut karena tidak bisa membayar pajak 7 .5 juta pounds atau sekitar Rp 107 miliar. Mereka saat itu juga empat kali telat menggaji pemain.

PETA KONTESTAN FA CUB 2009

di coba hayati peta di bawah ini


Piala FA adalah kompetisi domestik sepak bola di Inggris. Mulai dikompetisikan sejak tahun 1871-1872. Setelah 130 tahun lebih, Piala FA diikuti oleh 600 lebih klub, mulai dari klub Premiership hingga divisi amatiran.


Kompetisi pertama

Ketika pertama kali digelar pada musim 1871-1872, kompetisi ini hanya diikuti oleh 17 klub. Wanderers, klub yang didirikan oleh orang-orang sekolah negeri dan diperkuat pemain-pemain universitas, menjadi juara untuk pertama kalinya. Di final, mereka mengalahkan Kennington Oval, 1-0. Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 2.000 orang itu, gol kemenangan Wanderers dicetak Morton Betts.

Piala yang diangkat Betts dan kawan-kawan bentuknya jauh lebih kecil daripada yang sekarang. Piala itu dirancang dan dibuat oleh Messrs, Martin and Hall Co, dan berharga intrinsik hanya 20 poundsterling.

Tahun 1895, ketika Aston Villa menjuarai kompetisi ini, trofi ini hilang saat dipajang di sebuah tempat di Birmingham. Hingga sekarang, piala asli tersebut tak pernah ditemukan kembali.

Sejak tahun 1923, final Piala FA digelar di Stadion Wembley. Stadion ini merupakan gagasan Duke of York, yang kelak menjadi Raja George VI. Stadion yang kemudian menjadi simbol sepak bola Inggris itu dibangun dengan total biaya 750.000 poundsterling.

Adalah Bolton Wanderers dan West Ham United, dua tim yang beruntung tampil untuk pertama kalinya di final di Wembley. Final ini kemudian tercatat dalam sejarah karena dihadiri sekitar 200.000 penonton, yang membeludak hingga ke pinggir lapangan.

Tahun 2001-2006, Stadion Wembley direnovasi sehingga final Piala FA dipindah ke Millenium Stadium, Cardiff. Sejak tahun 2007, Piala FA mulai diselenggarakan kembali ke Stadion Wembley yang sudah selesai direnovasi dan ditandai dengan dipakainya Stadion Wembley dalam partai final yang mempertemukan Chelsea dengan Manchester United.

Jika jumlah penonton di final Wembley 1923 dianggap yang terbesar, jumlah penonton tersedikit dicatat klub gurem Aldershot pada tahun 1986. Kala itu, di putaran ketiga, pertandingan melawan Oxford United hanya dihadiri oleh 2.034 orang. Namun, Aldershot yang datang dari Divisi IV sukses memukul Oxford yang berdivisi I dengan skor 3-0.

Rekor dan Final

Sepanjang sejarahnya, rekor gol terbanyak yang dicetak dalam satu pertandingan masih dipegang oleh Nottingham Forest. Rekor ini dicatat Forest pada musim 1890-1891 saat mengalahkan Clapton, 14-0.

Sementara itu, rekor rata-rata pemain tertua yang tampil di final dipegang oleh Arsenal. "The Gunners" menurunkan pemain yang rata-rata berusia 31 tahun pada starting eleven-nya, ketika mengalahkan Liverpool di final tahun 1950.

Sejauh ini, Manchester United boleh berbangga sebagai klub yang paling banyak menjadi jawara dengan koleksi 11 gelar.

Sejak final tahun 1872, ada 12 klub yang sukses tampil di partai puncak, namun tak pernah bisa memboyong piala ke markasnya. Mereka adalah Queens Park Glasgow, Bristol City, Birmingham, Leicester, Luton Town, Fulham, QPR, Brighton and Hove Albion, Watford, Crystal Palace, Middlesbrough, dan Milwall. Bahkan, Leicester mencatat empat kali tampil di final (tahun 1949, 1961, 1963, dan 1969), dan selalu pulang dengan tangan hampa.

Salah satu final yang menarik adalah 3 gol di masa injury time. Hal ini terjadi pada final tahun 1979 saat Arsenal mengalahkan Manchester United 3-2. Pada babak pertama Arsenal unggul 1-0, kemudian diperbesar menjadi 2-0 di pertengahan babak kedua. Namun dalam waktu 2 menit di penghujung babak kedua, Manchester United berhasil menyamai skor menjadi 2-2, sebelum gol dari Alan Sunderland semenit kemudian untuk membuat Arsenal menang.

Final tahun 2006, saat Liverpool menjungkalkan West Ham lewat adu penalti, dianggap sebagai salah satu final terbaik. Kala itu, Liverpool yang difavoritkan tertinggal lebih dulu sebelum pada masa injury time babak kedua Steven Gerrard menyamakan kedudukan. Namun "The Reds" kemudian bisa memaksakan skor imbang 3-3 dan akhirnya menang lewat adu penalti.

Pemenang Piala FA

* 11 - Manchester United
* 10 - Arsenal F.C.
* 8 - Tottenham Hotspur F.C.
* 7 - Liverpool F.C., Aston Villa F.C.
* 6 - Newcastle United F.C., Blackburn Rovers F.C.
* 5 - Everton F.C., West Bromwich Albion F.C., Wanderers F.C.
* 4 - Bolton Wanderers F.C., Manchester City F.C., Sheffield United F.C., Wolverhampton Wanderers F.C., Chelsea F.C.
* 3 - Sheffield Wednesday F.C., West Ham United F.C.
* 2 - Bury F.C., Nottingham Forest F.C., Old Etonians F.C., Preston North End F.C., Sunderland A.F.C., Portsmouth F.C.
* 1 - Barnsley F.C., Blackburn Olympic F.C., Blackpool F.C., Bradford City A.F.C., Burnley F.C., Cardiff City F.C., Charlton Athletic F.C., Clapham Rovers F.C., Coventry City F.C., Derby County F.C., Huddersfield Town F.C., Ipswich Town F.C., Leeds United F.C., Notts County F.C., Old Carthusians F.C., Oxford University F.C., Royal Engineers A.F.C., Southampton F.C., Wimbledon F.C.



Piala FA
Musim
1871–72 · 1872–73 · 1873–74 · 1874–75 · 1875–76 · 1876–77 · 1877–78 · 1878–79 · 1879–80 · 1880–81 · 1881–82 · 1882–83 · 1883–84 · 1884–85 · 1885–86 · 1886–87 · 1887–88 · 1888–89 · 1889–90 · 1890–91 · 1891–92 · 1892–93 · 1893–94 · 1894–95 · 1895–96 · 1896–97 · 1897–98 · 1898–99 · 1899–1900 · 1900–01 · 1901–02 · 1902–03 · 1903–04 · 1904–05 · 1905–06 · 1906–07 · 1907–08 · 1908–09 · 1909–10 · 1910–11 · 1911–12 · 1912–13 · 1913–14 · 1914–15 · 1919–20 · 1920–21 · 1921–22 · 1922–23 · 1923–24 · 1924–25 · 1925–26 · 1926–27 · 1927–28 · 1928–29 · 1929–30 · 1930–31 · 1931–32 · 1932–33 · 1933–34 · 1934–35 · 1935–36 · 1936–37 · 1937–38 · 1938–39 · 1945–46 · 1946–47 · 1947–48 · 1948–49 · 1949–50 · 1950–51 · 1951–52 · 1952–53 · 1953–54 · 1954–55 · 1955–56 · 1956–57 · 1957–58 · 1958–59 · 1959–60 · 1960–61 · 1961–62 · 1962–63 · 1963–64 · 1964–65 · 1965–66 · 1966–67 · 1967–68 · 1968–69 · 1969–70 · 1970–71 · 1971–72 · 1972–73 · 1973–74 · 1974–75 · 1975–76 · 1976–77 · 1977–78 · 1978–79 · 1979–80 · 1980–81 · 1981–82 · 1982–83 · 1983–84 · 1984–85 · 1985–86 · 1986–87 · 1987–88 · 1988–89 · 1989–90 · 1990–91 · 1991–92 · 1992–93 · 1993–94 · 1994–95 · 1995–96 · 1996–97 · 1997–98 · 1998–99 · 1999–2000 · 2000–01 · 2001–02 · 2002–03 · 2003–04 · 2004–05 · 2005–06 · 2006–07 · 2007–08 · 2008–09 · 2009–10
Final
1872 · 1873 · 1874 · 1875 · 1876 · 1877 · 1878 · 1879 · 1880 · 1881 · 1882 · 1883 · 1884 · 1885 · 1886 · 1887 · 1888 · 1889 · 1890 · 1891 · 1892 · 1893 · 1894 · 1895 · 1896 · 1897 · 1898 · 1899 · 1900 · 1901 · 1902 · 1903 · 1904 · 1905 · 1906 · 1907 · 1908 · 1909 · 1910 · 1911 · 1912 · 1913 · 1914 · 1915 · 1920 · 1921 · 1922 · 1923 · 1924 · 1925 · 1926 · 1927 · 1928 · 1929 · 1930 · 1931 · 1932 · 1933 · 1934 · 1935 · 1936 · 1937 · 1938 · 1939 · 1946 · 1947 · 1948 · 1949 · 1950 · 1951 · 1952 · 1953 · 1954 · 1955 · 1956 · 1957 · 1958 · 1959 · 1960 · 1961 · 1962 · 1963 · 1964 · 1965 · 1966 · 1967 · 1968 · 1969 · 1970 · 1971 · 1972 · 1973 · 1974 · 1975 · 1976 · 1977 · 1978 · 1979 · 1980 · 1981 · 1982 · 1983 · 1984 · 1985 · 1986 · 1987 · 1988 · 1989 · 1990 · 1991 · 1992 · 1993 · 1994 · 1995 · 1996 · 1997 · 1998 · 1999 · 2000 · 2001 · 2002 · 2003 · 2004 · 2005 · 2006 · 2007 · 2008 · 2009 · 2010

di coba hayati peta di bawah ini

PETA KONTESTAN EPL 2011


Sejarah EPL


Tak bisa dipungkiri bahwa Liga Premier merupakan salah satu kompetisi sepakbola paling atraktif dan bergengsi di dunia saat ini. Betapa tidak, Liga sepakbola profesional yang bergulir di Tanah Britania ini ditonton oleh sekitar 500 juta fans di seluruh dunia dan mendatangkan keuntungan dari segi bisnis dan finansial.

Secara istilah Liga Premier kini disebut Barclay Premier League untuk alasan sponsorship. Ada pula yang menyebut kompetisi Premiership atau English Premier League (EPL). Liga Premier sendiri sebenarnya baru bergulir sejak 1992, tetapi cikal bakalnya berasal The Football League, liga sepakbola tertua di dunia.

Sebagai liga profesional yang menempati kasta teratas di sistem kompetisi Inggris, Liga Premier hanya dihuni dua puluh klub setiap musimnya. Dalam lima belas musim terakhir, tercatat hanya empat klub ternama yang pernah mencicipi manisnya gelar juara yakni Arsenal (tiga kali), Blackburn Rovers (sekali), Chelsea (dua kali) serta Manchester United (sembilan kali). The Red Devils atau Manchester United saat ini berstatus sebagai kandidat juara terkuat sekaligus menghantarkannya meraih gelar ke 19 yang menobatkannya menjadi satu-satunya klub paling subur di Inggris.

Sebagai liga elit, EPL memang begitu gemerlap dan glamor sehingga menyedot perhatian seluruh belahan dunia. Tetapi jika merunut sejarah, kelahiran liga ini justru dilatarbelakangi situasi memprihatinkan yang melanda persepakbolaan Inggris.

Pada 1980-an sepakbola Inggris mencapai titik yang terendah. Banyak stadion yang rusak sehingga para suporter harus menonton dengan fasilitas buruk selain juga hooliganisme begitu mengakar. Situasi buruk ini mengalami puncaknya saat klub-klub Inggris dilarang ikut serta dalam kompetisi Eropa menyusul pecahnya Tragedi Heysel pada 1985.

Saat itu, The Football League masih mewadahi kompetisi resmi sejak 1888, dan Liga Divisi Satu adalah level tertinggi sistem tersebut. Kendati sudah hadir sejak lama, The Football League justru jauh tertinggl dibanding kompetisi negeri tetangga seperti Liga Serie A Italia atau La Liga Sepanyol. Itu bisa dilihat dari jumlah penonton yang hadir di stadion, pendapatan klub, serta banyaknya pemain top Inggris yang bermain di luar negeri.

Lalu angin perubahan pun mulai terasa di awal 1990-an seiring prestasi gemilang Inggris di kancah Piala Dunia 1990, di mana skuad “Three Lions mencapai babak semifinal. Kondisi pun kian kondusif setelah Uni Sepakbola Eropa (UEFA) mencabut larangan buat klub-klub Inggris tampil di kompetisi Eropa pada 1990.

Di awal tahun ini pula, Inggris mulai membenahi industri sepakbolanya menyusul dipublikasikannya Taylor Report berkenaan standar keselamatan penonton di stadion. Report ini juga memuat proposal renovasi besar-besaran stadion di Inggris menjadi all-seater.

EPL pun akhirnya digulirkan untuk pertamakali pada musim 1992-93 dengan diikuti 22 klub. Gol pertama dicetak oleh Brian Deane yang membawa Sheffield United menang atas Manchester United 2-1. Oleh sebab peraturan FIFA, yang mengharuskan liga domestik mengurangi jumlah pertandingannya, klub peserta EPL dirampingkan menjadi 20 tim pada 1995. Pada saat itu, EPL memberlakukan degradasi untuk empat klub terbawah di akhir musim. Sedangkan dua tim teratas dari divisi satu mendapat hak promosi.

Pada 8 Juni 2006, FIFA meminta seluruh liga Eropa mengurangi jumlah klub peserta menjadi 18 sejak musim 2007/08. Namun Liga Premier tidaK merespon instruksi tersebut dan tetap mengikutsertakan 20 klub di divisi Premier. Dengan 20 buah klub peserta, Liga Premier mewajibkan setiap klub bertemu dengan klub lain dua kali dalam satu musim. Sekali untuk pertandingan di kandang (home) dan sekali di kandang lawan (away) dengan total pertandingan sebanyak 38 untuk setiap tim.

Tim yang menang mendapat 3 poin, sedangkan seri mendapat 1 poin dan kalah tak diberi poin. Peringkat tim disusun berdasarkan jumlah poin di klasemen, selain juga memperhitungkan selisih gol dan produktivitas gol. Tiga tim terbawah pada akhir musim harus mengalami degradasi ke Divisi Satu (Football League Championship). Tiga tempat di Liga Premier kemudian akan diisi oleh dua tim teratas di Divisi Satu serta pemenang babak playoff yang diikuti tim peringkat tiga hingga enam Divisi satu.

PETA DI BAWAH INI DAPAT MEMUDAH KAN ANDA UNTUK MENGGAMBARKAN KIRA-KIRA DI MANA LETAK KLUB KESAYANGAN ANDA BERADA. PETA INI DAPAT JUGA MEMUDAHKAN ANDA UNTUK YRAVELING KE SANA, SUPAYA ENGGAK KE SASAR. OKEY...
CERMATI DENGAN BAIK-BAIK JANGANSAMPAI BERKEDIP.. BIAR GAK LENYAP
HEHEHEH

SUPORTER KLUB SEPAK BOLA TERBESAR


Di bawah ini adalah club-club yang termasuk memiliki Fans Sepak bola terbesar.
Kali ini kami mencoba membantu Anda mencari rekan-rekan pencinta sepakbola yang terkumpul dalam sebuah komunitas online dengan klub-klub kebanggaannya masing-masing. Anda dapat saling mengenal sesama pecinta sepakbola yang mungkin mendukung klub yang sama dengan Anda, mengikuti kegiatan ‘nonton bareng’ acara sepakbola, memperoleh informasi terbaru tentang klub favorit Anda, atau hanya untuk saling berbagi cerita – tentunya dengan semangat ‘Fair Play’ and ‘Say ‘No!’ to Racism’.
Fans Sepak bola

Fans Sepak bola
1. Big Reds (Liverpool)

http://www.big-reds.org

‘Indonesia’s Official Liverpool F.C. Supporters Club’. Ya, website ini memang tempat berkumpul para supporter Liverpool FC – klub divisi utama Inggris dengan sejarah prestasi sepakbola yang mengagumkan dan telah melahirkan legenda-legenda sepakbola dunia.

BIGREDS Indonesia menawarkan membership bagi Anda pecinta Liverpool FC dan Anda dapat langsung register di website ini melalui salah satu link pada halaman utamanya. Anda juga bisa register di forum yang disediakan untuk menjadi bagian dari keluarga besar The Reds melalui komunitas BIGREDS Indonesia. “You’ll Never Walk Alone!”

2. AIS (Arsenal)
http://www.id-arsenal.com/

Harus diakui, Arsenal adalah salah satu klub sepakbola terhebat di Inggris. Arsenal mencatat (dan mempertahankan hingga saat ini) rekor tidak terkalahkan di Liga Premier Inggris dengan 49 kali pertandingan secara berturut-turut dalam periode musim 2002 – 2005. Sebuah rekor yang fantastis karena seperti kita semua ketahui Liga Premier Inggris adalah liga sepakbola dengan kualitas pertandingan terbaik yang berisi klub-klub sepakbola dengan kualitas permainan yang merata.

Di website ini Anda dapat mengikuti berita-berita terbaru tentang Arsenal yang up-to-date dan jadwal pertandingan (match fixtures), berita transfer pemain, berita internal club, fan comments dan juga forum. Website Arsenal Indonesia memiliki desain yang bagus – menunjukkan keseriusan para supporter Arsenal dalam memberikan kontribusi terbaiknya bagi Arsenal, klub kecintaan mereka.

3. Indo Man. United (Manchester United)
http://www.indomanutd.org/

Manchester United memiliki fanbase sepakbola terbesar di dunia. Demikian halnya juga di Indonesia. Di INDOMANUTD tercatat hampir 9.000 supporter MU join sebagai member forum. Indomanutd.org menyediakan forum, gallery yang berisi foto-foto yang di upload oleh member forum, link yang diantaranya berisi link menuju fanpage cristiano ronaldo dan ryan giggs, breaking news dan sebuah poll segala sesuatu tentang MU.

Uniknya, INDOMANUTD menyediakan dua sub-forum berbahasa Inggris yang dinamakan ‘English Room’ dimana semua interaksi dan percakapan disini menggunakan bahasa Inggris. Disamping sebagai tempat bertukar informasi, english room menyediakan wadah bagi para supporter MU untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka.

4. CISC (Chelsea)
http://forum.chelseafc.or.id

Website ini adalah website resmi supporter Chelsea FC milik Roman Abramovich. Pada halaman utama, Anda akan menemui hasil pertandingan Chelsea, klasemen Liga Premier dan juga kegiatan Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC). Anda juga dapat bergabung di forum CISC dan berbagi cerita dan informasi dengan 4.503 supporter Chelsea Indonesia yang sudah bergabung di CISC forum. Ada juga Chelsea Shop yang berisi beberapa item dan merchandise Chelsea yang bisa Anda peroleh melalui partner store CISC.

5. Milanisti Indonesia (AC Milan)
http://forum-milanisti.com

Di Seri A Italia, AC Milan adalah salah satu klub sepakbola yang paling disegani dan punya sejarah prestasi yang fenomenal baik di liga domestik maupun kompetisi eropa. Legenda dunia seperti Marco van Basten, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Franco Baresi pernah membawa AC Milan menjadi salah satu klub eropa yang paling disegani di dunia. Saat ini pun squad AC Milan berisi nama-nama kelas dunia seperti Kaka, Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso, Ronaldinho yang menjadi superstar sepakbola dunia baik di tingkat klub maupun saat membela negara dalam kompetisi international.

Milanisti, demikian sebutan bagi supporter AC Milan dapat bergabung bersama, berbagi informasi tentang AC Milan di forum-milanisti.com. Di forum, milanisti bisa berbagi informasi berita dan informasi tentang AC Milan, membahas hasil dan jadwal pertandingan, Seri A, bursa transfer pemain, dan strategy serta taktik AC Milan.

6. IndoRoma (Roma)
http://www.indonesia-romanista.org – AS roma

Di era 90an, nama AS Roma dikenal dan disegani di daratan eropa. Hingga saat ini masih banyak terdapat pendukung AS Roma yang setia walaupun prestasi AS Roma dalam beberapa tahun ini kurang menggema. Selain mendukung klub kesayangaannya, banyak penggemar AS Roma yang mendukung klub tersebut karena kekagumannya terhadap sang kapten no. 10, Francesco Totti. Pemain dengan bakat dan skill yang hampir sempurna ini seolah mampu ‘menyihir’ supporter untuk tetap setia mendukung AS Roma hingga saat ini.

Website ini menyediakan fasilitas forum untuk bertukar informasi klub dan juga membership anggota komunitas tifosi AS Roma Indonesia. Juga terdapat klasemen sementara Seri A, media shoutbox dengan sebutan ‘Indoroma Chat Box’ yang memungkinkan para anggota forum untuk saling menyapa, dan sebuah foto gallery.

7. Interclub Indonesia (Inter Milan)
http://www.interclub.or.id/
Website supporter Inter Milan berisi informasi fixtures & results, klasemen Seri A, shoutbox dan struktur serta sejarah INTERCLUB Indonesia. Tersedia juga fasilitas forum dan yang uniknya calendar events yang berisi jadwal kegiatan INTERCLUB Indonesia juga mencantumkan hari ulang tahun anggota forum INTERCLUB Indonesia. Feature berguna untuk lebih menambah keakraban para anggota INTERCLUB Indonesia. Selamat buat keberhasilan Inter Milan meraih juara Seri A musim 2008-2009!

Jumat, 04 Maret 2011

perlu disimak



Sabtu, 05 Maret 2011

SPESIAL: Sepuluh Ikon Klub Yang Akhirnya Hengkang
Berikut sepuluh bintang yang pernah lekat dengan suatu klub tapi akhirnya hijrah.


David Villa - Barcelona (Getty Images)

Jelang kembalinya David Villa ke Mestalla, bekas homebase-nya selama lima tahun merumput untuk Valencia, Kamis (3/3) dinihari WIB, GOAL.com merunut sepuluh bintang -- termasuk El Guaje yang sekarang bernaung di Barcelona -- yang pernah begitu lekat dengan sebuah klub, menjadi pujaan pendukung, namun akhirnya pergi meninggalkan tim masing-masing dengan berbagai sebab.
Alessandro Nesta (Lazio-AC Milan, 2002)
Di masa jayanya, Nesta sering disebut-sebut sebagai salah satu bek terbaik dunia. Mantan kapten Lazio ini juga kerap diperbandingkan dengan Francesco Totti, il capitano AS Roma, yang notabene rival sekota Lazio, karena sama-sama dibesarkan akademi klub dan menjadi kapten di usia muda.

Krisis keuangan yang mendera pada tahun 2002 membuat Gli Aquilotti terpaksa menjual pemain-pemain terbaiknya, termasuk Nesta yang dilego ke AC Milan dengan nilai €30 juta.
Thierry Henry (Arsenal-Barcelona, 2007)
Sempat mandul dalam delapan pertandingan pertamanya bersama Arsenal, Henry melesat hingga akhirnya berhasil menjadi pencetak gol terbanyak The Gunners sepanjang masa dengan total 226 gol dalam delapan tahun kariernya bersama klub London Utara tersebut. Pemain asal Prancis ini juga sempat menjadi kapten Arsenal selama dua musim sebelum hijrah ke Barcelona pada tahun 2007.
“Karena senioritas saya, ditambah fakta bahwa saya adalah kapten dan kebiasaan saya meminta bola, terkadang mereka [rekan-rekan setim di Arsenal] tetap memberi bola walaupun saya sedang tidak dalam posisi bagus. Karena itu saya rasa adalah hal yang baik bagi tim jika saya pindah,” ujar Henry menjelaskan alasan kepindahannya waktu itu.
Ronaldinho (Barcelona-AC Milan, 2008)
Dinho mengawali sepak terjangnya di Eropa bersama klub Ligue 1 Prancis, Paris St. Germain, tapi saat membela Barcelona-lah namanya benar-benar melejit. Pemain Terbaik Dunia FIFA 2004 dan 2005 ini sudah menjadi nyawa Blaugrana ketika Lionel Messi baru mengorbit. Di era Frank Rijkaard, Ronaldinho sukses mengantar Barca meraih dua gelar La Liga, satu Liga Champions, dan dua Piala Super Spanyol. Sayang, kedatangan pelatih anyar Pep Guardiola dibarengi pernyataan sang entrenador bahwa Dinho tidak termasuk ke dalam rencana masa depannya. Pemain kelahiran 21 Maret 1980 itu pun pindah ke Milan untuk menyelamatkan kariernya.
Luis Figo (Barcelona-Real Madrid, 2000)
Satu dari sedikit pemain Barcelona yang berani menyeberang langsung ke Real Madrid. Figo rela dicap pengkhianat oleh publik Catalan yang sempat begitu mengidolakannya dengan menerima ajakan sang musuh abadi. Pemilik caps terbanyak di timnas Portugal ini dibeli Madrid dengan harga €45 juta yang sekaligus menjadikannya pemain termahal dunia ketika itu dan mengawali era Los Galacticos bentukan Florentino Perez di Santiago Bernabeu. Saking sakit hatinya pendukung Los Cules, Figo pernah dilempari kepala babi kala menyambangi Camp Nou bersama Madrid pada 2002.
Fernando Torres (Atletico Madrid-Liverpool, 2007, dan Liverpool-Chelsea, 2011)
El Nino sudah mengapteni Atletico Madrid saat usianya baru menginjak 19 tahun. Meski belum pernah mengantar Los Colchoneros meraih gelar bergengsi, Torres menyumbang total 92 gol selama enam tahun berkiprah bersama klub yang berbasis di ibu kota Spanyol itu. Sempat menolak tawaran Chelsea di akhir musim 2005/06, personil La Furia Roja itu akhirnya meninggalkan Vicente Calderon untuk bergabung dengan klub Liga Primer lainnya, Liverpool, setahun berselang.
Dalam skuad The Reds, Torres langsung membentuk kerja sama apik dengan kapten Steven Gerrard, dan legenda Calderon itu dengan cepat menjadi pujaan publik Anfield. Sayang, pada akhirnya Torres melukai Liverpudlians karena menerima pinangan Chelski sebesar £50 juta menjelang ditutupnya winter transfer window tahun ini.
David Beckham (Manchester United-Real Madrid, 2003)
Sulit dipungkiri bahwa Beckham adalah salah satu aktor penting dalam raihan treble winners Manchester United pada musim 1998/99. Selain tendangan bebas khasnya, tentu publik tak akan melupakan dua sepak pojok Becks yang mengawali gol-gol Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer ke gawang Bayern Muenchen di final Liga Champions 1999.

Namun, sejak Beckham menikahi Victoria Adams, manajer Sir Alex Ferguson menilai konsentrasinya di sepakbola mulai berkurang, dan hubungan antara sang bos dengan anak asuhnya tersebut mulai renggang sejak awal milenium baru. Puncaknya terjadi pada Februari 2003. Sejumlah laporan menyebut Fergie yang murka setelah United ditekuk Arsenal di Piala FA menendang sepatu yang mengenai pelipis Beckham hingga robek. Insiden tersebut disinyalir sebagai pendorong sang megabintang untuk pergi dari Old Trafford di akhir musim 2002/03.
David Villa (Valencia-Barcelona, 2010)
Selama lima temporada membela Valencia, argo gol Villa selalu menembus angka di atas 20 per musimnya. Tak pelak lagi, eks bomber Sporting Gijon dan Real Zaragoza itu adalah sosok tak tergantikan di Mestalla. Pernah berujar tak akan meninggalkan Valencia kecuali pihak klub ingin melepasnya, pesepakbola yang sempat dikait-kaitkan dengan Real Madrid, Liverpool, Chelsea, Manchester United, dan Barcelona ini akhirnya berlabuh ke klub yang disebut terakhir setelah Los Ches menyetujui tawaran €40 juta yang disodorkan Barca pada musim panas 2010.
Kaka (AC Milan-Real Madrid, 2009)
Pada musim perdananya memakai jersey merah-hitam setelah digaet dari Sao Paulo, Kaka langsung mematenkan satu tempat di starting XI dan berperan mengantar Milan merebut scudetto 2003/04. Penampilan ciamik pada stagione tersebut juga membuatnya dianugerahi gelar Pemain Terbaik Serie A. Gagal menjuarai Liga Champions 2005 karena I Diavolo takluk dari Liverpool via adu penalti, dua tahun kemudian Kaka ‘sendirian’ membawa Milan menggondol La Orejona alias Si Kuping Besar untuk kali ketujuh sepanjang sejarah. Rossoneri menuntaskan dendam terhadap Pool dengan kemenangan 2-1 di partai puncak.
Pria bernama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite itu semakin dicintai Milanisti setelah menolak tawaran bombastis £100 juta dari Manchester City pada Januari 2009. “Saya ingin sampai tua di Milan dan bermimpi menjadi kapten klub,” kata sang playmaker ketika itu.
Akan tetapi, tak lama setelah itu Kaka meralat ucapannya dan mengatakan dirinya mungkin pergi jika Milan memang ingin menjualnya. Hal itu menjadi kenyataan setengah tahun berselang. Kubu San Siro ogah melepas kibasan fulus sebesar €68,5 juta dari Real Madrid sehingga rela membiarkan Pemain Terbaik Dunia 2007 itu hijrah ke La Liga.
Cristiano Ronaldo (Manchester United-Real Madrid, 2009)
Ronaldo menjadi pemain Portugal pertama yang merumput untuk Manchester United tatkala direkrut dari Sporting Lisbon pada musim panas 2003. Pemain yang saat itu masih berusia 18 tahun tersebut diberi nomor punggung tujuh warisan David Beckham oleh Sir Alex Ferguson walaupun Ronaldo sebenarnya meminta nomor 28, angka yang dipakainya di Sporting.

Mengantar United menyabet Piala FA 2004 dan Piala Liga 2006 dengan sumbangan sebiji gol di masing-masing final, kilau pemain bertinggi 186 cm itu semakin terang pada musim 2006/07. Torehan 17 gol Ronaldo sangat berperan dalam raihan juara Liga Primer United waktu itu. Puncak karier CR7 di Old Trafford tersaji musim berikutnya, ketika ia mencetak total 42 gol di semua ajang dan membantu The Red Devils mencaplok titel ganda, Liga Primer dan Liga Champions 2008. Di tahun yang sama, Ronaldo juga diganjar gelar Pemain Terbaik Dunia versi FIFA.
Pada Juni 2009, United menerima tawaran ₤80 juta dari Real Madrid untuk Ronaldo setelah sang pemain mengisyaratkan keinginannya untuk bergabung dengan raksasa Spanyol itu. Angka tersebut masih menjadi rekor transfer termahal dunia hingga saat ini.
Raul Gonzalez (Real Madrid-Schalke 04, 2010)
Sempat dibina oleh akademi Atletico Madrid selama dua tahun (1990-1992), Raul pindah ke tim taruna Real Madrid setelah Jesus Gil, presiden Atletico saat itu, menutup akademi Los Rojiblancos karena ingin menghemat pengeluaran klub. Ironisnya, Raul justru mencetak gol debut untuk tim senior Madrid ke gawang Atletico pada 5 November 1994. Pertandingan tersebut adalah kali kedua ia merumput bersama Si Putih setelah diberi kepercayaan untuk pertama kalinya oleh Jorge Valdano, yang ketika itu menjadi pelatih, sepekan sebelumnya.
Raul mulai rutin menjadi starter di Madrid sejak musim 1995/96, kala dirinya melesakkan 19 gol dari 40 partai La Liga, dan mewarisi ban kapten dari Fernando Hierro pada 2003. Enam gelar La Liga, empat Piala Super Spanyol, tiga trofi Liga Champions, dua Piala Interkontinental, dan satu titel Piala Super Eropa menjadi sumbangan sang delantero ke dalam lemari piala di Santiago Bernabeu, plus segudang rekor pribadi yang dicatatnya dengan Los Merengues.

Pada 2008, Raul -- bersama Iker Casillas -- memperoleh kontrak ‘seumur hidup’ dari Madrid. Klausul dalam kontrak tersebut menyatakan masa kerja kedua pemain itu akan terus diperpanjang secara otomatis jika tampil minimal 30 kali dalam semusim.
Kendati demikian, hal tersebut tak mampu menahan kepergian pemain yang sekarang berumur 33 tahun itu ke Schalke 04 pada awal musim ini. Jose Mourinho, entrenador yang mendarat di Madrid musim panas silam, ingin Raul bertahan, tapi keengganan menjadi striker cadangan membulatkan tekad Sang Pangeran Bernabeu untuk meninggalkan istananya